Pemandangan Kota Banten tahun 1706
Sejarah Nusantara

Asal Usul Kota Bantam

Dari Pelabuhan Rempah Kerajaan Sunda hingga Pusat Perdagangan Dunia Kesultanan Banten

▼ Scroll untuk menjelajahi
Overview

Sekilas Kota Bantam & Kesultanan Banten

Banten — dikenal di dunia Barat sebagai Bantam — adalah kerajaan Islam maritim yang berdiri sejak abad ke-16 di ujung barat laut Pulau Jawa. Selama hampir tiga abad, Banten menjadi salah satu pusat perdagangan rempah-rempah terbesar di Asia Tenggara, terutama lada.

Fakta & Data Penting
📍 LokasiPesisir barat laut Pulau Jawa (Provinsi Banten)
🏛️ DidirikanSekitar 1526 M oleh Maulana Hasanuddin
👑 PendiriSunan Gunung Jati & Maulana Hasanuddin
💰 KomoditasLada (pepper) — primadona perdagangan dunia
🎯 Puncak KejayaanAbad ke-16–17, era Sultan Ageng Tirtayasa
👜 Ibu KotaKeraton Surosowan, Banten Lama
⛽️ PelabuhanPelabuhan Karangantu
🕐 Periode1526–1813 M (hampir 3 abad)
🗑 Runtuh1813 — dihapuskan oleh Raffles
🏆 WarisanCagar Budaya Nasional — Kawasan Banten Lama
Pertempuran di teluk Bantam tahun 1596
Pertempuran di Teluk Bantam (1596) — ukiran Belanda menggambarkan kedatangan armada Cornelis de Houtman📷 Engraving 1596
💡 Tahukah Kamu?

Nama “Bantam” sangat terkenal di Eropa abad ke-17. Bahkan ayam ras kecil “Bantam” dinamai berdasarkan kota ini karena pelaut Eropa pertama kali menemukan ayam kecil eksotis di pelabuhan Banten!

Origins

Asal Usul — Dari Kerajaan Sunda ke Kesultanan Islam

Sebelum menjadi kesultanan Islam yang megah, Banten adalah bagian dari Kerajaan Sunda (669–1579 M) — kerajaan Hindu yang menguasai Jawa bagian barat.

Banten Girang — Kota Lama Pra-Islam

Sebelum tahun 1526, permukiman bernama Banten Girang (“Banten Hulu”) sudah berdiri sekitar 10 km dari pesisir, di tepi Sungai Cibanten. Banten Girang merupakan pusat kekuasaan Hindu di bawah Kerajaan Sunda-Pajajaran, dipimpin seorang Pucuk Umun (penguasa lokal).

Perjanjian Sunda-Portugis (1522)

Pada tahun 1522, Raja Sunda menandatangani perjanjian dengan Portugis melalui kapten Henrique Leme untuk membangun benteng di Sunda Kelapa. Perjanjian ini memicu kecemasan Kesultanan Demak. Sultan Trenggana kemudian menugaskan Fatahillah dan Maulana Hasanuddin untuk merebut pelabuhan-pelabuhan Kerajaan Sunda.

Penaklukan Banten (1524–1527)

Antara 1524–1526, Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) bersama pasukan gabungan Demak dan Cirebon merebut Pelabuhan Banten. Fatahillah kemudian merebut Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527 dan mengubah namanya menjadi Jayakarta.

Lukisan Maulana Hasanuddin pendiri Kesultanan Banten
Sultan Maulana Hasanuddin — Pendiri dan Sultan pertama Kesultanan Banten (berkuasa 1552–1570)📷 Potret Historis

Lahirnya Kesultanan Banten (1526–1552)

Setelah merebut Banten, Sunan Gunung Jati memindahkan pusat pemerintahan ke pesisir dan membangun Keraton Surosowan. Pada 1552, ia kembali ke Cirebon dan menyerahkan kekuasaan kepada putranya, Maulana Hasanuddin, sultan pertama Kesultanan Banten.

💡 Tahukah Kamu?

Dalam Carita Sajarah Banten, diceritakan Maulana Hasanuddin memenangkan adu ayam (sabung ayam) melawan Pucuk Umun dari Banten Girang. Kemenangan ini memberi hak melanjutkan dakwah Islam di seluruh Banten.

📌 Tips: Situs Banten Girang

Situs arkeologi Banten Girang terletak di selatan Kota Serang. Meski tidak sepopuler Banten Lama, situs ini menyimpan artefak Hindu pra-Islam yang penting untuk memahami akar sejarah Banten sebelum era kesultanan.

Timeline

Daftar Sultan & Timeline Sejarah

Perjalanan Kesultanan Banten selama hampir 3 abad, dari berdirinya hingga dihapuskan oleh pemerintah kolonial Inggris pada 1813.

NoNama SultanPeriodeCatatan
1Maulana Hasanuddin1552–1570Pendiri, membangun Surosowan & Masjid Agung
2Maulana Yusuf1570–1580Menghancurkan Pakuan Pajajaran 1579
3Maulana Muhammad1580–1596Wafat dalam penyerangan Palembang
4Pangeran Ratu (Abu al-Mafakhir)1596–1651Sultan pertama bergelar “Sultan”
5Sultan Ageng Tirtayasa1651–1683Puncak kejayaan, pahlawan nasional
6Sultan Haji1683–1687Bersekutu dengan VOC
1522

Perjanjian Sunda-Portugis. Demak merasa terancam dan memulai kampanye ke Jawa Barat.

1524–1526

Sunan Gunung Jati dan pasukan Demak merebut Pelabuhan Banten dari Kerajaan Sunda.

1527

Fatahillah merebut Sunda Kelapa (22 Juni), diubah menjadi Jayakarta.

1552

Maulana Hasanuddin dinobatkan Sultan pertama Banten. Keraton Surosowan menjadi pusat pemerintahan.

1566

Masjid Agung Banten dibangun — mahakarya arsitektur Jawa, Tiongkok, dan Eropa.

1579

Maulana Yusuf menghancurkan Pakuan Pajajaran, mengakhiri Kerajaan Sunda.

1596

Cornelis de Houtman dan 297 awak Belanda berlabuh di Karangantu — awal kolonialisme.

1651–1683

Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa. Masa kejayaan: armada laut, diplomasi internasional.

1680–1682

Perang saudara: Sultan Haji berkhianat, bersekutu VOC. Sultan Ageng ditangkap.

1681–1684

Belanda membangun Benteng Speelwijk sebagai simbol monopoli VOC.

1808

Belanda menghancurkan Keraton Surosowan. Kesultanan tinggal simbol.

1813

Raffles menghapuskan Kesultanan Banten secara resmi.

Upacara khitanan calon raja Banten tahun 1605
Upacara khitanan calon Raja Banten (1605) — menggambarkan kemegahan ritual istana Kesultanan Banten📷 Engraving 1605
💡 Tahukah Kamu?

Pada 1629, Sultan Banten mengirim surat resmi kepada Raja Charles I dari Inggris meminta bantuan persenjataan untuk melawan VOC. Hubungan diplomatik Banten-Inggris berlangsung puluhan tahun!

Glory

Masa Kejayaan & Sultan Ageng Tirtayasa

Di bawah Sultan Ageng Tirtayasa (1651–1683), Kesultanan Banten mencapai puncak kejayaannya sebagai kekuatan maritim yang disegani di seluruh Asia Tenggara.

Audiensi dengan Sultan Banten oleh Cornelis de Bruyn 1711
Audiensi dengan Sultan Banten — lukisan Cornelis de Bruyn, 1711📷 Painting 1711

Sultan Ageng Tirtayasa — Pahlawan Anti-Kolonial

Sultan Ageng Tirtayasa (lahir 1631, berkuasa 1651–1683) adalah sultan ke-6 dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Ia menolak monopoli VOC dan menjadikan Banten pelabuhan terbuka.

⚔️

Serangan Gerilya

Melancarkan serangan ke Batavia. Pada 1656, dua kapal VOC dirampas dan ladang tebu Belanda dirusak.

🌎

Diplomasi Global

Menjalin hubungan dengan Inggris, Denmark, Turki Usmani, dan Mekah.

🚢

Armada Laut

Membangun armada bergaya Eropa, menguasai jalur pelayaran hingga Kalimantan Barat.

Cornelis de Bruyn di istana Banten dihibur penari
Suasana istana Banten — de Bruyn dihibur penari istana, menggambarkan kemewahan keraton📷 Painting c.1711
💡 Tahukah Kamu?

Pada 1682, Kesultanan Banten mengirim dua utusan resmi ke Inggris: Kyai Ngabehi Naya Wipraya dan Kyai Ngabehi Jaya Sedana. Mereka bertemu Raja Charles II dan menerima gelar kehormatan Sir Abdul dan Sir Ahmad!

Heritage

Peninggalan Bersejarah Banten Lama

Kawasan Banten Lama di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, menyimpan jejak kejayaan masa lalu.

Keraton Surosowan (1526–1808)

🏛️ Pusat Kekuasaan Kesultanan

Dibangun di atas lahan 3 hektar dengan bastion berbentuk intan di empat sudut — memberi julukan “Kota Intan” (Fort Diamant). Dihancurkan Belanda 1808, kini tersisa reruntuhan.

Reruntuhan Keraton Surosowan Banten Lama
Reruntuhan Keraton Surosowan — pusat pemerintahan Kesultanan Banten sejak 1526📷 Situs Cagar Budaya
Reruntuhan Dalam Bantam foto 1860-an
Reruntuhan Dalam (istana dalam) Bantam — foto S.A. Buddingh, sekitar 1859–1861📷 Foto Historis 1860

Masjid Agung Banten (1566)

🕌 Mahakarya Arsitektur Multi-Budaya

Atap bertingkat 5 menyerupai pagoda Tiongkok, dirancang arsitek Cek Ban Cut (Hendrik Lucasz Cardeel). Menara setinggi 24 meter dengan 83 anak tangga.

Masjid Agung Banten Lama
Masjid Agung Banten — berdiri kokoh sejak 1566, perpaduan arsitektur Jawa, Tiongkok, dan Eropa📷 Arsitektur Historis

Benteng Speelwijk (1681–1684)

🏘️ Simbol Monopoli VOC

Dibangun saat Sultan Haji berkuasa, berbentuk segitiga menghadap laut. Nama dari Gubernur Jenderal Cornelis Speelman.

Benteng Speelwijk Banten
Bastion Benteng Speelwijk — saksi bisu monopoli VOC di Banten📷 Cagar Budaya

Peninggalan Lainnya

💕

Keraton Kaibon

Dibangun 1815, kediaman Ratu Aisyah. Dihancurkan Belanda, kini tersisa reruntuhan.

⛽️

Pelabuhan Karangantu

Pelabuhan terbesar ke-2 di Nusantara setelah Sunda Kelapa.

🛤

Museum Kepurbakalaan

Koleksi: keramik Tiongkok, mata uang kuno, meriam Ki Amuk, dan diorama.

🌉

Vihara Avalokitesvara

Vihara abad ke-16, bukti toleransi beragama di Banten masa kesultanan.

💣

Meriam Ki Amuk

Meriam tembaga 2,5 m, hasil rampasan dari Portugis.

👑

Mahkota Sultan

Koleksi Museum Nasional No. INV. E 619, artefak kebesaran kesultanan.

💡 Tahukah Kamu?

Keraton Surosowan disebut “Fort Diamant” oleh Belanda karena bastion di empat sudutnya berbentuk berlian. Inilah asal julukan Banten sebagai Kota Intan!

Gallery

Galeri Foto Historis

Koleksi gambar bersejarah dari ukiran Eropa abad ke-16 hingga foto peninggalan masa kini.

Pemandangan Kota Banten 1706
Pemandangan Kota Banten tahun 1706 — pelabuhan masih ramai dengan kapal-kapal dagang📷 Engraving 1706
Masjid Lama Bantam gambar historis
“The Old Missigit of Bantam” — gambar historis Masjid Agung Banten era kolonial📷 Arsip Kolonial

Koleksi Multi-Era

Artefak & Peninggalan Masa Kini

Tips

Tips Wisata Sejarah Banten Lama

Panduan praktis untuk menjelajahi kawasan bersejarah Kesultanan Banten.

🌞

Datang Pagi Hari (07:00–09:00)

Udara sejuk dan cahaya ideal untuk fotografi. Banten Lama sangat panas siang hari — bawa topi dan air minum.

🗺

Mulai dari Masjid Agung Banten

Titik awal terbaik. Dari sini berjalan ke Surosowan (200 m), Museum, lalu Benteng Speelwijk (600 m).

📷

Foto Menara dari Bawah

Menara 24 m sangat fotogenik dari angle low. Masuk via 83 anak tangga untuk panorama Banten Lama.

📚

Kunjungi Museum Kepurbakalaan

Koleksi keramik Tiongkok, meriam Ki Amuk, dan diorama. Gratis masuk, buka 08:00–16:00.

🛒

Oleh-oleh Khas Banten

Cari sate bandeng, emping melinjo, dan gula aren — produk khas sejak zaman kesultanan.

🚌

Akses Transportasi

Dari Serang: 12 km (30 menit). Dari Jakarta: via tol Tangerang-Merak, exit Serang Timur, ±2 jam.

📌 Tips: Izin Masuk Surosowan

Untuk memasuki Keraton Surosowan diperlukan izin dari petugas Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII. Hubungi petugas di Museum Kepurbakalaan terlebih dahulu.

Location

Lokasi & Peta

Kawasan Banten Lama terletak di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten — pesisir utara ujung barat Pulau Jawa.

Jarak dari Lokasi Penting

Kota Serang12 km — ±30 menit
Kota Cilegon10 km — ±20 menit
Bandara Soekarno-Hatta90 km — ±2 jam
Jakarta (Monas)120 km — ±2,5 jam
Pelabuhan Merak30 km — ±45 menit
Pantai Anyer35 km — ±50 menit
Situs Banten Girang10 km — ±25 menit
TN Ujung Kulon180 km — ±5 jam

📍 Alamat Lengkap

Kawasan Banten Lama, Desa Banten, Kec. Kasemen,
Kota Serang, Provinsi Banten

📐 GPS: -6.0372, 106.1530
📞 Museum: Buka 08:00–16:00 WIB (gratis)
🌐 Info: Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII

Jelajahi Sejarah

Siap Menelusuri Jejak Kesultanan Banten?

Kunjungi Banten Lama dan rasakan atmosfer kejayaan salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara.

🏛️ Info Cagar Budaya 📖 Baca di Wikipedia
L
Tim Penulis Expert
🌐 www.lok.my.id — Sejarah & Warisan Budaya

Artikel disusun oleh tim penulis yang melakukan riset mendalam terhadap sumber sejarah primer Kesultanan Banten, termasuk Carita Sajarah Banten, catatan Cornelis de Bruyn, karya François Valentijn, serta dokumentasi arkeologi dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII.

📚 Sumber Referensi

  • Wikipedia — Kesultanan Banten
  • Cornelis de Bruyn, Voyages de Corneille Le Bruyn (1711)
  • François Valentijn, Oud en Nieuw Oost-Indiën (1726)
  • Uka Tjandrasasmita, Peninggalan Sejarah Kota Banten Lama
  • Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII Banten & Jakarta
  • Wikimedia Commons — Koleksi gambar domain publik & CC

© 2026 Asal Usul Sejarah Kota Bantam (Banten) — Directory Article Guide

Foto: Wikimedia Commons — Lisensi Public Domain & Creative Commons. Dioptimasi via wsrv.nl.